ON SECOND THOUGHT...he’s hopeless...
Sebelah keningnya terangkat. Aki yang dulu mesti sembunyi far, far, far, far and far beneath this stupid narsisstic present
Aki...Kenapa ye, dia banyak terserempak dengan idolomantis diabolica tu,
sekarang? And...what a ‘pleasent’ view to
see...Sebenarnya, Ateya nak cari idea untuk projek animasi Puteri Gunung
Ledang tu, sebab tu dia merayau-rayau dengan kereta Myvi buruknya itu dan end up berhenti tepi tasik
putrajaya...Dia ingat, nak cari ilham dekat tempat yang tenang dan senyap ni,
tangannya dah siap pegang sketchbook dan pensel dah, tapi tiba-tiba
ternampak serangga tu, langsung hilang ilham. Dia dapat bayangkan ilham yang
datang tadi, sedang melambai-lambainya dan akhirnya hilang...What a party pooper...
Matanya mengekor kelibat Aki, yang sedang seronok bermesra di tempat awam.
Berjalan di bawah sinaran lampu tiang di tepi tasik Putrajaya, hand in hand with a very hot woman, bertemankan
cahaya bulan...ni, perempuan lain pulak ye. Aki masih lagi tidak menyedari
kelibat Ateya, padahal, Ateya duduk tidak jauh dari mereka, dia sedang duduk
menakuk di atas bukit, belakang sikit je dari mereka, yang sedang
berjalan-jalan kat atas jalan tepi tasik tu,
kalau mereka menoleh nampaklah dia...
Wait a minute...something is
about to happen...Wajah Aki
dan wanita itu semakin dekat...makin lama, makin dekat...makin lama, makin
dekat...disaat bibir mereka berdua hendak bersentuh, tiba-tiba sebuah buku
besar dan keras di layangkan ke arah mereka dan betul-betul melepasi ruang
tengah di antara pasangan berdua tu, yang jaraknya tak banyak, dan bonus, kena
bahu Idolomantis Diabolica tu! Macam mana, sasaran itu boleh pulak mengena
dengan tepat sekali? What a luck...ataupun,
sebenarnya tuhan marah berkelakuan tak senonoh, tu yang kena sasaran tanpa disangka
tu...Ateya tergelak dalam hati...Dua pasangan yang jadi sasaran itu
terkesima...
“WHAT THE?!” Marah teman wanitanya yang di kenali sebagai Wawa tu. Dia
mengurut bahunya yang bisa, terkena bucu buku lakaran itu. Dia memandang buku
lakaran yang di baling kepadanya tadi. Buku tu terbuka, dan kandungan muka
surat tu, adalah hasil kerja yang sangat-sangat dikenali...Yah? belum sempat
dia mencari kelibat tuan empunya buku itu, kedengaran suara menyapa...
“ALLAH! Sorry, sorry...Tak
sengaja...” Aki terkejut apabila melihat kelibat Yah yang tiba-tiba muncul. Mesti
dia nampak apa aku dengan Wawa, nak buat tadi. Tapi, wait a minute...kenapa tiba-tiba sketchbook ni, melayang ke arah dia? Sengaja? Aki memandang Yah
yang senyum tak bersalah...Jealous?
Secara automatik senyum terukir di bibir Aki. Yah yang ternampak, mati terus
senyumnya, dan pandangan menyampah, dilontarkan padanya. Apparently...pandangan tu, yang banyak dia dapat dari Yah, sejak
hari pertama dia berjumpa balik dengan gadis itu. Tapi, tidaklah dia hendak
menyalahkan gadis tu...well..he’s being
such a jerk after all...
“Apa ni? Bahaya tau tak?” Wawa
meninggi suara memarahi Yah. Aki pulak, pandangannya masih lagi tertumpu kepada
Yah...dan senyum masih tak lekang di bibir.
“Alamak...maaf, maaf...Tadi, saya
nampak serangga besar dan sangat menggelikan, jadi...tujuan saya nak bunuh
serangga tu, tapi terkena kat orang yang tak bersalah pulak...” Terang
Yah...betul-betul meyakinkan. Serangga? Aku ke?
“Serangga apa pulak ni?” Soal Wawa,
matanya berwaspada kalau-kalau dia ternampak serangga tu.
“Nama serangga tu, idolomantis
diabolica...” Jawab Yah, selamba. Idolomantis Diabolica? Apa benda tu? Aki
mengerutkan dahi. Serangga apa tu? Aki, mengeluarkan Iphone dari poket dan
google ‘idolomantis diabolica.’ Setelah dapat hasilnya Aki terkejut. So...I’m mantis now?
“Huh? Ido...apa? hei! Awak buat lawak ke apa ni?”
“Idolomantis Diabolica...hati-hati,
takut-takut dia masuk dalam miniskirt puan yang cantik tu.” Sengaja Yah
mengusik. Wawa terjerit dan terus memeluk Aki.
“Er...cik, not puan” Tiba-tiba Aki bersuara, sambil melepaskan rangkulan Wawa.
“Excuse me?” Soal Yah, sengaja.
“Cik...not puan...we’re not married,
for your information...” Tenang Aki menjawab.
“Oh...really?
My bad...you guys are so lovey dovey, so i made a mistake, sebab selalunya non-married couple kat sini, tak
ekspress love openly macam you guys er...I think because it’s dosa or
something, but you guys, might not be
from here, so anyway...I pray you guys all happiness...” Sindir Yah, dalam
satu nafas, dan dalam senyum yang paling manis sekali.
“So
trying to be a goody-two-shoes pulak now?”
Sindir Aki pulak.
“You
know her?” Soal Wawa pelik.
“No..
‘Ash’...I don’t have to be...I am, a goody-two-shoes” Serang balas Yah,
seperti biasa...tidak pernah menghampakanya. Aki melontarkan senyum nakal lagi.
Yah, kemudian merampas buku lakaran dari Aki dengan kasar.
“Oh my, there is a very huge bug, hanging around you...let me kill them for
you...” Ateya, kemudian menghayunkan beg sandangnya dan melibas-libaskan ke
tubuh Aki, tanpa belas kasihan.
“Aduh! Is it really necessary woman?” Marah Aki. Yelah...sakit tau,
walaupun tak banyak isi, tapi rasa tau libasan dia. Wawa sudah menjerit-jerit menjauhkan
diri dari Aki.
“Yup!
It’s really necessary...it was so huge that i really have to kill that bug...”
Libasan Yah, semakin kuat di badanya. Aduh! Sakit! tapi apa dia boleh
buat...Mahu sahaja dia menarik tangan Yah yang sedang seronok melibas begnya
pada tubuh Aki. Tapi nanti kena marah lagi dengan Yah. Untunglah, isinya tak
ada benda yang keras. Kalau tidak mahunya masuk ICU. What is this...a rage of 9 years
of vegeance or something. Kemudian tiba-tiba lagu Jepun berkumandang dari
dalam poket baju Yah. Aki tersenyum mendengar nada dering itu. Tak berubah kau
Yah, dari dulu. Yah memang suka dengar
lagu jepun, dari dulu. Yah kemudian mengambil Xperia TX berwarna merah jambu
dan menyentuh butang menjawab panggilan.
“Assalammualaikum..kejap ye...” Yah
mengalihkan Xperia TX dari telinganya dan bercakap dengan Aki menggunakan nada
yang rendah...
“Idolomantis Diabolica, kena tunggu
peluang aku bunuh dia lagi. Jadi buat masa sekarang aku lepaskan dulu serangga
tu...” Kemudian Yah melekapkan kembali ‘smarphone’ ke telinganya dan beredar
meninggalkan Aki.
“Yeah...kita cakap pasal apa tadi?”
Kelibat Yah makin lama makin
menghilang dalam gelap malam. Entah kenapa, mata Aki mengekor sahaja pergerakkan
Yah.
“Is that girl for real? Are you okey
Ash?” Tutur Wawa jengkel. Aki tidak melepaskan pandangannya dari kelibat
Yah yang makin mengecil, dia memerhatikan Yah, sehinggalah Yah hilang dari
pandangan.
“That is one crazy girl...she nearly
killed me...” Adu Aki.
“Aww...you poor boy...” Pujuk
Wawa lembut, sambil mengusap badannya yang masih bisa kena pukul tadi.
“Thanks
baby, I feel so much better now...Now...lets get back home” Ujar Aki,
lembut. Kemudian mereka berdua mengatur langkah meninggalkan tasik Putrajaya
tu.
Perempuan pakai tudung, bukanlah pilihannya. Terutama perempuan yang tudungnya
labuh lepastu lilit-lilit macam Yah tadi. Ateya Hashimah...ada sesuatu pada
gadis itu, yang membuatkannya rasa tidak boleh kalau tidak dipedulikan...and trust me...not because she’s my
childhood friend...there’s something about her that buat dia rasa jengkel sangat...that lunatic head pissed me off...


No comments:
Post a Comment